Bekerja di Jepang masih menjadi impian banyak orang Indonesia. Gaji yang relatif tinggi, lingkungan kerja yang disiplin, serta peluang hidup lebih baik membuat Jepang selalu menarik. Tapi pertanyaan yang paling sering muncul adalah:
Kalau mulai dari nol, apa saja yang harus disiapkan untuk kerja ke Jepang?
Artikel ini membahas secara jujur dan realistis, tanpa janji manis.
Niat Kuat dan Mental Siap Kerja Keras
Hal pertama yang paling penting bukan uang atau bahasa, tapi mental.
Kerja di Jepang terkenal dengan:
- Jam kerja yang disiplin
- Tekanan kerja tinggi
- Aturan yang ketat
- Budaya kerja yang berbeda jauh dari Indonesia
Kalau niat hanya ikut-ikutan atau ingin cepat kaya, biasanya tidak bertahan lama. Jepang cocok untuk orang yang sabar, tahan banting, dan mau belajar.
Belajar Bahasa Jepang (Minimal Dasar)
Tidak bisa bahasa Jepang = sulit bertahan.
Untuk pemula, target minimal:
- N5 – N4 JLPT
- Mengerti hiragana & katakana
- Bisa percakapan dasar kerja
Banyak perusahaan Jepang tidak menuntut bahasa sempurna, tapi usaha untuk belajar sangat dihargai.
Tips:
- Mulai dari aplikasi gratis
- Tonton YouTube bahasa Jepang
- Biasakan dengar percakapan Jepang sehari-hari
Menentukan Jalur Kerja ke Jepang
Ada beberapa jalur resmi kerja ke Jepang dari Indonesia:
a. Program Magang (Kenshusei / Technical Intern Training)
Cocok untuk pemula
- Umur umumnya 18–30 tahun
- Kontrak 3–5 tahun
- Bidang: pabrik, pertanian, konstruksi
b. Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker)
Untuk yang sudah punya pengalaman
- Bahasa minimal N4
- Bisa pindah kerja
- Gaji lebih stabil
c. Visa Kerja Profesional
Untuk lulusan D3/S1
- IT, penerjemah, engineering, dll
- Bahasa dan skill wajib kuat
Dokumen yang Harus Disiapkan
Umumnya yang diperlukan:
- KTP & KK
- Akta kelahiran
- Ijazah terakhir
- Paspor
- SKCK
- Surat keterangan sehat
- Sertifikat bahasa Jepang (jika ada)
Pastikan dokumen asli dan valid, karena Jepang sangat ketat soal administrasi.
Biaya: Gratis, Murah, atau Mahal?
Ini tergantung jalur yang dipilih.
- Program pemerintah: biaya rendah
- LPK swasta: bisa belasan hingga puluhan juta
- Hati-hati calo yang janji “cepat berangkat”
Tips penting:
Jangan tergiur janji gaji besar tapi proses tidak jelas.
Tes dan Seleksi
Biasanya meliputi:
- Tes fisik
- Tes matematika dasar
- Tes ketahanan mental
- Wawancara (kadang langsung dengan orang Jepang)
Di tahap ini, sikap lebih penting dari kepintaran.
Adaptasi Hidup di Jepang
Setelah sampai Jepang, tantangan sebenarnya baru dimulai:
- Cuaca ekstrem
- Rindu keluarga
- Bahasa sehari-hari
- Aturan sampah, tetangga, dan etika
Orang yang berhasil adalah yang tidak malu bertanya dan mau belajar.
Penutup
Kerja ke Jepang dari nol bukan hal mustahil, tapi juga bukan jalan pintas.
Kalau kamu:
- Siap belajar bahasa
- Siap kerja keras
- Siap hidup mandiri
Maka Jepang bisa menjadi batu loncatan hidup yang luar biasa.
Jepang tidak mencari orang paling pintar, tapi orang yang paling serius.
